Jumat, 16 Oktober 2015
Akhir ITU berupa titik
Kita menjalaninya. Takdir yang bernama kita. Akhir kita bakal seperti apa? Entahlah aku hanya bisa menerka-nerka saja. Aku melihat terjalnya jalan kebersamaan aku melihat perpisahan di ujung jalan. Takdir jangan disalahkan dijalani saja sebagaimana mestinya.lalu kenapa air mata masih juga ada?. Tak bisakah diiklaskan saja. Semuanya ya semuanya. Aku kamu dan anak2 itu iklaskan saja. Yang memang harus lepas biarkan lepas. Yang ingin pergi tak perlu ditahan lagi. Bukankah ini semua sekedar laku dalam hidup. Dan bukankah hidup hanya sekali saja. Jangan banyak luka jangan banyak banyak. Kalo memang sudah cukup cukupkan. Smua ini hanya sekedar laku. Kita bukan apa2. Kita tak punya kepemilikan apapun. Dan cinta yang bagaimana yang bisa kita bawa pulang? Tak ada selain cintaNya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar