Kamis, 07 April 2016

Mimpi...Kopi>>> Bahagia

seorang teman memperkenalkan kekasih barunya padaku. dan teman  itulah yang membuat kita bertemu. itu kamu, aku tau itu kamu. kau sebut namamu, tak seperti dulu, dan itu tetap kamu. iya itu kamu.

kita  tak sedang menjadi kekasih disini. Kita juga tak bercakap mesra dengan cumbu sesudahnya. Hanya menatap dan sedikit kata saja yang terucap. dan entahlah aku merasa bahagia.

secangkir kopi kau nikmati di beranda
aku disini saja memandangmu bersama kopi cintamu itu
bahagia... iya bahagia sederhana saja...

#senang memimpikanmu kopi ;)

8 april dinihari 2016

Jumat, 16 Oktober 2015

Akhir ITU berupa titik

Kita menjalaninya. Takdir yang bernama kita. Akhir kita bakal seperti apa? Entahlah aku hanya bisa menerka-nerka saja. Aku melihat terjalnya jalan kebersamaan aku melihat perpisahan di ujung jalan. Takdir jangan disalahkan dijalani saja sebagaimana mestinya.lalu kenapa air mata masih juga ada?. Tak bisakah diiklaskan saja. Semuanya ya semuanya. Aku kamu dan anak2 itu iklaskan saja. Yang memang harus lepas biarkan lepas. Yang ingin pergi tak perlu ditahan lagi. Bukankah ini semua sekedar laku dalam hidup. Dan bukankah hidup hanya sekali saja. Jangan banyak luka  jangan banyak banyak. Kalo memang sudah cukup cukupkan. Smua ini hanya sekedar laku. Kita bukan apa2. Kita tak punya kepemilikan apapun. Dan cinta yang bagaimana yang bisa kita bawa pulang? Tak ada selain cintaNya.

Jumat, 14 Agustus 2015

Senja menanggung rindu

Lab bahasa INI masih kosong. Tak ada penghuni lain hanya aku sendiri. "Sonata in d major" aku putar berulang-ulang. Dari sekian lagu yang takkuketahui siapa penciptanya aku memilihmu. Begitu tenang begitu lengang. Cukup membawaku terhanyut dengan suasana.

Sendirian.  Tiba-tiba teringat kamu, teringat IBU yang selalu menghawatirkanku,teringat senda gurau para sahabat teringat semua yang tiba-tiba begitu dekat. Kenapa hidup INI harus ada mati. Kenapa yang mati tak bisa dicari. Rindukupun hanya bisa diangsur lewat mimpi.
Aku yang terakhir.aku yang ditinggalkan. Aku yang menolak melupakan.

09.55 murid segera datang. Lab bahasa kembali beroperasi. Semua yang datang pasti pergi. Dan yang terakhir yang menanggung banyak kerinduan.

Selasa, 11 Agustus 2015

Kadang

Kadang tubuhku INI memang minta untuk di Banting. Sekedar pengingat bahwa aku kuat. Pedang ini perlu ditebaskan lagi hingga berdarah darah agar kembali tajam seperti adanya. Dan sendiriku perlu agar rindu untuk menemukanmu.

Rabu, 10 Juni 2015

Senja sore ini mengingatkanku



Ucapan bisa lebih tajam dari pedang!
Yah seperti itulah kenyataanya bahwa  luka sabetan  pedang bisa diobati dengan segera sedangkan luka akibat ucapan justru menjadi dendam dan menolak hilang.

Teringat penggalan kisah lama yang masih terasa hingga senja sore ini. aku bertemu orang  itu. orang yang banyak bicara namun dia tidak gila. setiap kata yang keluar darinya terasa menusuk-nusuk di dada.  sukakah dia berkata-kata yang menyakitkan orang? taukah dia kata-kata nya itu begitu menyakitkan? lupakah dia tentang cara berkata yang menyejukkan jiwa? ataukah dia tak mengetahuinya bahwa kata-kata yang menyakitkan hanya menyuburkan kebencian sedangkan kata yang mendamaikan membuat orang lain tenang. Di usianya yang  menjelang senja kata-kata nya tak jua bijaksana. Sudah  banyak  yang  tersakiti hingga hari ini dan entah  kapan itu akan berhenti.

Namun senja ini mengingatkanku, mengingatkan untuk belajar  tidak jadi sepertimu.
Bahwa  lisan/ucapan harus dijaga
Bahwa luka akibat ucapan akan menjadi dendam
Bahwa kata-kata yang menyejukkan lebih dibutuhkan dari pada umpatan.
Bahwa semakin senja kita harus makin bijaksana.


Selamat sore sayang... ayo pulang....


11 juni 2015

Selasa, 19 Mei 2015

Senja Sore bercerita



 Teman datang  teman pergi, ada yang  seperti sedia kala ada yang berubah dan lenyap begitu saja.  selalu ada yang baru namun tak selalu membawa rasa yang sama. Seperti senja  yang selalu ada namun tiap hari membawa cerita yang berbeda beda 
Sore ini Senja membawaku menjengukmu, seorang teman yang kukenal dimasa lalu. Seseorang yang menyebut dirinya hantu. Ah aku ingat kita tak hanya teman kan? kita juga adalah lawan satu sama lain. berlomba meraih poin saat bermain scramble di irc. 

Aku menemukanmu senja ini, kamu masih disana.
dan Kamu masih menunggu orang yang sama.

Teringat kembali masa itu ketika awal-awal aku mulai memperhatikanmu.  Aku melihatmu bermain dan terus bermain. Dan akupun bermain bersamamu.  Aku Menikmati setiap kebersamaan yang terjadi.  Namun aku tak pernah bisa mengimbangimu. Sampai suatu saat aku menemukan serpihan dari dirimu. Serpihan perasaan seorang perempuan.

Ada setiap alasan dari setiap tindakan. Yah seperti itulah kehidupan. Dan aku menemukanmu bersama sedikit dunia yang kau bagi kepadaku.


Menunggu….
Aku Sedang menunggu… begitu katamu
Menunggu siapa? Tanyaku
Dia yang selalu ada untukku. Dia off sebentar mau bertugas ke luar kota katanya.
Sejak kapan? Tanyaku
Entahlah sepertinya kemarin dia bilang begitu ataukah  dua minggu yang lalu, aku tak peduli aku akan terus disini menunggunya
Aku yakin dia tak lupa kepadaku
Aku masih disini bersama deret angka-angka yang terpampang jelas bersanding dengan kata.
aku menunggunya kembali….katamu

 senyum kecil mengembang dari  bibir.
Sampai kapan kamu akan menunggu? Tanyaku lagi waktu itu.

'Sampai senja tak lagi jingga'
'Sampai batu tua berubah jadi permata'




 =======================================================================
Aku meneguk secangkir teh yang dari tadi menemaniku sambil melihatmu masih disana.
Masih sama masih Menunggu saja.
Aku ingin menyapamu namun urung.
Ada rasa rindu namun pecah.
Bukan aku yang kau tunggu.
Bukan aku.

Tunggulah lelakimu datang
Karena setiap lanang pasti akan pulang sayang.
ah mungkinkah kamu itu sayang.


Senja sore ini bercerita hantu.

19-5-2015 7 mlm.